Kamis, 17 Januari 2008

nasib wasit indonesia

Simpati Buat Wasit
Belakangan ini wasit kerap menjadi kambing hitam atas kegagalan sebuah tim. Kinerja mereka terus mendapat sorotan tajam. Namun, masih ada tim yang bersimpati. Nada positif itu dilontarkan pelatih Deltras, Jaya Hartono. “Tanpa bermaksud mengambil hati, wasit adalah manusia yang tak luput dari kesalahan. Tidak ada wasit yang memimpin pertandingan selama 90 menit tanpa kesalahan. Kami selalu berpikir positif soal wasit, jadi kami tak ada kekhawatiran bakal dirugikan,” tutur Jaya. Bagi Jaya, mencari kambing hitam atas kegagalan adalah sikap tak ksatria. “Kami tak melakukan protes saat Pronetto diganjar kartu merah di leg kedua Copa, padahal kami bisa melakukan protes. Kami tahu sudut pandang kita berbeda dengan wasit dan menghormati segala keputusannya,” papar Jaya. Kubu Persipura pun sepakat. “Apa gunanya terus-menerus mempersoalkan kerja wasit. Lebih baik konsentrasi untuk bermain saja,“ sebut Raja Isa, pelatih Persipura. Namun, untuk memperkecil terjadinya kesalahan, BLI diharap menugaskan wasit yang punya jam terbang tinggi dan mengantongi reputasi bagus. “Di babak seperti ini tekanan sangat besar. Semua bisa dilihat langsung oleh jutaan masyarakat lewat TV. Jika wasit terlalu tegang, bisa-bisa ia justru membuat banyak kesalahan,” ucap Saiful Ilah, manajer Deltras. Tak beda jauh dengan gelaran Copa. BLI pun siap menugaskan wasit yang dianggap terbaik. Sebanyak 6 wasit dan 6 asisten yang disiapkan di ajang Copa plus tenaga tambahan lain mungkin akan kembali dipercaya. “Kami siapkan sekitar 40 orang wasit dan asisten wasit bertugas di Solo dan Kediri. Yang jelas BLI pasti akan menugaskan mereka yang punya reputasi bagus untuk menjaga gelaran 8 besar,“ ucap Joko Driyono, Direktur Eksekutif BLI.

0 komentar: