Sabtu, 01 Maret 2008

pelita


PELITA JAYA PURWAKARTA
Terbiasa Hidup Nomaden

PELITA Jaya tak hanya identik dengan Nirwan Dermawan Bakrie, sang god father sekaligus pembina tim. Tapi, klub yang berdiri pada 1986 ini juga amat akrab dengan pola hidup berpindah-pindah alias nomaden.

Sejak berdiri Pelita Jaya bermarkas di Stadion Sanggraha Pelita. Tapi, krisis dan resesi ekonomi yang menerjang Indonesia pada 1998 membuat mereka pun hampir gulung tikar. Maklum, Nirwan sang pendana sempat menghilang lantaran sejumlah usahanya tak jalan. Di saat itu pula, Pelita Jaya pun harus hidup berpindah-pindah demi mempertahankan hidupnya.

Di musim 1999/2000 mereka hijrah ke Solo dan berganti nama jadi Pelita Solo. Tiga musim tampil di Stadion Manahan tak membuat napas kehidupan mereka berjalan lancar. Krisis finansial menimpa dan pada 2003, Pelita Solo pun merger dengan PS Krakatau Steel, Cilegon dan berganti nama jadi Pelita Krakatau Steel. Dua musim berlaga di Stadion Cilegon, tak membuat Pelita betah. Seiring dengan terdegradasinya mereka ke Divisi I akibat hanya menempati peringkat 13 klasemen akhir Wilayah Timur, Pelita pun balik nama. Mereka hijrah ke Purwakarta dan mengganti namanya jadi Pelita Jaya Purwakarta.

Mungkin ini sudah jalan hidup kami. Yang pasti, hidup nomaden membuat kami teruji. Lebih dari itu, kami pun jadi memiliki banyak penggemar, kata Arjuna Rinaldi, asisten pelatih Pelita Jaya.

Ya, nahas benar nasib Pelita Jaya. Padahal, di era Liga Sepak Bola Utama (Galatama) mereka adalah raja. Tiga gelar juara yang diraih pada musim 1987/1988, 1988/1989 dan 1993/1994 adalah buktinya. Tapi, begitu Galatama dan perserikatan dilebur menjadi Liga Indonesia (LI) pada 1994/1995, klub miliki keluarga Bakrie ini seakan meredup. Prestasi terbaik Pelita Jaya sepanjang LI bergulir adalah menembus 8 Besar musim 1999/2000.

Kini, Pelita Jaya ingin menghadirkan kembali kejayaan yang mereka pernah raih di zaman Galatama. Begitu memastikan diri kembali ke jenjang Divisi Utama akhir Agustus 2006 lalu, manajemen segera melakukan pembenahan. Salah satunya dengan mendatangkan pelatih asal Singapura Fandi Ahmad untuk menukangi tim menatap LI 2007.

Fandi adalah salah satu pemain terbaik yang pernah ada di Asia Tenggara. Pengalaman sebagai pelatih timnas U-23 Singapura, mudah-mudahan bisa mendongkrak prestasi Pelita Jaya yang meredup dalam beberapa tahun terakhir, kata manajer Pelita Rahim Soekasah.

Pria yang juga menjabat sebagai manajer timnas U-23 ini menegaskan bahwa manajemen memberi Fandi tugas yang tak ringan yaitu mengantar Pelita Jaya menembus Super Liga 2008. Demi memenuhi target tersebut itulah, manajemen bersedia memenuhi permintaan Fandi untuk didampingi asistennya di timnas U-23 Singapura, Kadir Yahya.

Bagi Fandi Ahmad sendiri, target yang dibebankan manajemen tidaklah sulit untuk diwujudkan. Pria yang pernah menjadi idola pecinta sepak bola Surabaya saat memperkuat Niac Mitra Surabaya itu optimistis dengan masa depan Pelita Jaya Purwakarta.

Gelar juara mungkin sulit saya wujudkan di tahun pertama bersama Pelita Jaya. Tapi, saya siap mengantar Pelita kembali ke jajaran elit sepak bola Indonesia, ungkapnya

Dengan bermodal pemain muda, Fandi yakin Pelita akan jadi kekuatan yang sulit dideteksi. Maklum, dari sekitar 17 pemain yang sudah dikontrak, hanya Hermawan dan Agustiar Batubara yang terbilang tua. Dua pemain itu berumur sekitar 27 tahun. Yang lainnya, rata-rata dibawah usia 23 tahun, kata Arjuna.

Data Klub
Nama : Pelita Jaya Purwakarta
Julukan : Pendekar Gunung Parang
Alamat : Graha Surya Kemang Lt 1, Jln Kemang Raya No 33 Jakarta Selatan
Telp. : 021 7196725
Faks. : 021-7668707
Ketua Umum : Lili Hambali Hasan
Manajer : Rahim Soekasah
Pelatih : Fandi Ahmad
Stadion : Purnawarman
Kapasitas : 10.000
Suporter : Garda Purwa
Pemain baru : Dian Fachruddin, Wawan Darmawan, Agustiar Batubara

Prestasi
LI 1994/1995 : 8 Besar
LI 1995/1996 : 12 Besar
LI 1996/1997 : 12 Besar
LI 1997/1998 : kompetisi dihentikan
LI 1998/1999 : 10 Besar
LI 1999/2000 : 8 Besar
LI 2001 : Peringkat 9 Wilayah Timur
LI 2002 : Peringkat 7 Wilayah Barat
LI 2003 : Peringkat 14 Wilayah Barat
LI 2004 : Peringkat 15 Wilayah Barat
LI 2005 : Peringkat 17 Wilayah Timur
LI 2006 : 8 Besar Divisi I (promosi ke Divisi Utama)

Skuad
Kiper: Edi Supriadi, Wawan Darnawan
Belakang: Agustiar Batubara, Dian Fachrudin, Kiki Pulalo, John Oba, Hermawan, Elsa
Tengah: Ifan, Abubakar, Laconte, Istiyanto, Fily, Yusmadi,
Depan: Risky Nurdiansyah, Andro Valevi, Egy Melgiyanto

0 komentar: