
Dosa, Sanksi & Isteri
BAGI Sugiyantoro, Persebaya Surabaya tak hanya sebatas klub tempat ia mengais rezeki. Tapi, Persebaya tak ubahnya isteri kedua dalam kehidupannya berubah tangga. Dari Indonesia Muda Surabaya, Bejo, begitu ia acap disapa merintis karir sepak bolanya. Sampai akhirnya pada 1994 ia terpilih masuk tim senior Persebaya. Mulai saat itulah, karirnya melambung dan sampai kini masih didapuk sebagai libero terbaik nasional.
Saya memang kelahiran Sidoarjo. Tapi, bagi saya Persebaya adalah klub banyak memberikan saya kenangan. Suka duka saya dapatkan di Persebaya, tandas pria kelahiran 2 April 1977 ini.
Bersama Persebaya, pemakai nomor lima ini merasakan nikmatnya jadi juara di LI 1996/1997. Tapi, kenangan indah itu berbuah duka lima tahun kemudian. Akibat konflik internal Persebaya terdegradasi ke Divisi I lantaran hanya nongkrong di peringkat 11 Wilayah Timur. Di saat itulah, Bejo memutuskan hijrah ke PSPS Pekanbaru.
Tapi, suami Hj. Rahmawati ini seperti dikutuk lantaran meninggalkan Persebaya saat terpuruk. Ia kemudian mendapatkan pelajaran berharga setelah diskorsing Komisi Disiplin PSSI selama satu musim akibat mengeroyok wasit Subandi sampai bonyok saat PSPS dijamu Persijatim Solo di laga putaran I LI 2003. Kasus itulah yang membuat saya merenung. Saya merasa berdosa telah meninggalkan Persebaya, kata mantan pemain nasional yang gagal menjebol gawang lawan saat adu penalti ketika Indonesia bersua Thailand di final Piala Tiger 2002 ini.
Dosa itulah yang membuat Bejo akhirnya memutuskan kembali ke Persebaya di LI 2004 setelah masa skorsingnya berakhir. Seperti sudah jodoh, Persebaya pun dibawanya meraih gelar juara di akhir musim LI 2004. Saya tak akan hijrah lagi dari Persebaya. Saya ingin selalu dekat dengan keluarga, kata pemain yang kini sedang merintis usaha penyewaan truk sebagai tabungan hari tuanya.
Demi isteri dan anak-anaknya pula Sugiyantoro pun memutuskan untuk gantung sepatu dari timnas sejak 2004. Ia pun berikrar tak akan meninggalkan Persebaya di saat kesulitan. Itu terjadi setelah mereka divonis Komdis turun kasta ke Divisi I lantaran mogok di 8 Besar LI 2005. Setelah sukses jadi juara Divisi I 2006, Bejo pun kembali bakal jadi andalan Persebaya di LI 2007. Saya ingin meraih gelar juara untuk ketiga kalinya bersama Persebaya. Demi menebus dosa dan demi kebahagiaan anak dan isteri, katanya. Semoga!
Biodata Sugiyantoro
Kelahiran: Sidoarjo, 2 April 1977
Tinggi & berat: 173 cm & 70 kg
Posisi : Libero
Nomor punggung: 5
Karir
1990-1994: Indonesia Muda Persebaya
1994-2002: Persebaya Surabaya
2003: PSPS Pekanbaru
2004-2006: Persebaya

0 komentar:
Posting Komentar